ObjekWisata kolam air Sanih atau yeh Sanih Buleleng Bali, air kolam berasal dari mata air alami. Diketahui banyak wisatawan domestik saat Jalan Singaraja Seririt, Anturan, Buleleng Sub-District, Buleleng Regency, Bali 81152 Arevelation for Buleleng agricultural products, Twin Lake Festival 2017 creates a chance for visitors to taste fresh seafood selection and locally grown fruits. Twin Lake refers to Buyan Lake and Tamblingan Lake; both lakes are important holy sacred places for the locals. The heart of Twin Lake Festival 2017 is purely due to its entertaining series of events: Bull Race Parade, Gangsing Singaraja Pemkab Buleleng kembali menggelar Twin Lake Festival Tahun 2017. Festival ini, akan mempromosikan potensi pertanian maupun potensi pariwisata di Danau Buyan dan Danau Tamblingan. Gelaran event tahunan ini dibuka langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Kementerian Pariwisata, Prof. I Gde Pitana, Kamis (6/7). Namun festival ini juga didedikasikan KEMENTERIANPariwisata memberikan apresiasi kepada Bupati Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana, yang dinilai sukses menggelar Twin Lake Festival (TLF) ke-5 di Pelataran Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Singaraja Antara Bali - Pemerintah Kabupaten Pemkab Buleleng, Bali, siap menggelar Festival Danau Kembar Twin Lake di Danau Buyan dan Tamblingan berlangsung selama empat hari, 22-25 Juni 2016. "Persiapan sudah 100 persen. Menurut rencana akan dibuka oleh perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI bersama Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Distanak Kabupaten Buleleng, Nyoman Swatantra di Kota Singaraja, Rabu. Ia mengatakan, Festival Danau Kembar atau lebih dikenal dengan Twin Lake Festival TLF merupakan salah satu promosi pariwisata melibatkan lintas satuan kerja perangkat daerah SKPD Pemkab Buleleng. Swatantra memaparkan, agenda pariwisata yang sudah memasuki tahun ketiga tersebut merupakan suksesi dari Festival Danau Buyan pada 2014, terbukti berhasil membangkitkan geliat pariwisata dua danau besar di Pulau Dewata tersebut. Dikatakan pula, TLF menggelar berbagai jenis kesenian dan pameran seperti sapi gerumbungan, turnamen gangsing tradisional, lomba makan buah dan berbagai jenis kesenian lain. "Bukan hanya itu saja, ada beberapa kegiatan berbasis konservasi seperti penebaran ratusan ribu ekor benih ikan di dua danau, `tracking`, gemar makan ikan dan berbagai jenis lomba melibatkan kalangan anak sekolah," kata dia. Di sisi lain, kata dia, yang berbeda dari TLF tahun ini adalah pameran berbagai jenis buah-buahan lokal Bali Utara. Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan dari kelompok tani sembilan kecamatan di Buleleng. "Kami libatkan kelompok tani yang ada sehingga mereka mendapatkan dampak langsungnya. Selain juga untuk membangkitkan kembali berbagai potensi buah lokal Buleleng," demikian Swatantra. WDY

twin lake festival bali